
Selasa, 29 Oktober 2013
Posted by indonesian-kids.blogspot.com
No comments | 03.06

Minimnya lagu anak membuat Widyaswara bergerak untuk mengajarkan lagu-lagunya di SMP Maryam surabaya. Anak yang baru tumbuh remaja merasa senang dengan lagu baru tersebut sepertinya mereka menemukan sesuatu yang baru dalam lagu itu. Mungkin saja karena lagu anak sudah kehilangan pamornya. Walau lagu anak tersebut direkam secara sederhana namun manfaatnya ternyata lebih besar. Dunia musik adlah dunia yang dinamis. Sebuah lagu terkadang mempunyai...
Posted by indonesian-kids.blogspot.com
No comments | 02.50

Merdeka.com - Minimnya lagu-lagu anak di masa sekarang membuat
para generasi muda ini tumbuh prematur. Mereka lebih hafal lagu lagu
orang dewasa yang bercerita tentang percintaan, yang berakibat buruk
pada perkembangan mereka.
Untuk mengembalikan dan menyelamatkan generasi muda agar selalu bahagia
di masa kecilnya, Sony Music mengajak beberapa band yang berada
di-naungannya untuk menyanyikan lagu-anak-anak dalam sebuah album
berjudul AMBILKAN...
Posted by indonesian-kids.blogspot.com
No comments | 02.45

Merdeka.com - Jarangnya lagu anak-anak membuat musisi James F
Sundah merasa perlu untuk membantu penggarapan album anak-anak Bubbles
Love. Apalagi, dirinya merasa memiliki hutang dengan pengarang lagu
anak-anak, AT Mahmud (alm), guru sekaligus mentornya.
Diakui oleh James jika dalam pembuatan lagu anak-anak diperlukan sebuah
ketulusan. Ketulusan itu datang dari Lily Dawis. Pengusaha ibu dua anak
perempuan ini biasa bersenandung untuk anaknya,...
Posted by indonesian-kids.blogspot.com
No comments | 02.40

Merdeka.com - Minimnya lagu untuk anak-anak saat ini membuat
prihatin sebagian masyarakat. Pasalnya tak adanya lagu yang ditujukan
anak-anak lantaran para pencipta hanya membuat lagu mengikuti pasaran
yang ada. Bahkan Pak Raden tidak setuju bila menyalahkan anak-anak yang
hafal lagu-lagi orang dewasa.
Begitu ditegaskan Pak Raden usai nonton bersama film AMBILKAN BULAN di Mal Taman Anggrek Jakarta Barat, Kamis (17/5).
"Jangan salahkan anak!...
Posted by indonesian-kids.blogspot.com
No comments | 02.35

Merdeka.com - Sebagai seorang komposer dan musisi, Purwacaraka
melihat perkembangan musik anak-anak sekarang sangat memprihatinkan.
Hal itu tak lepas dari jarangnya pihak perusahaan recording yang enggan
memproduksi lagu anak.
"Kita terbentur dengan gimana cara melepas
album itu sendiri. Saya sering bikin lagu untuk anak-anak, tapi ketika
diedarin semuanya kandas. Sampai akhirnya saya gak lewat label masukin
ke toko buku, karena sulit," aku...
Posted by indonesian-kids.blogspot.com
No comments | 02.29

Merdeka.com - Sebagai seorang pencipta lagu anak-anak, Papa T
Bob melihat perkembangan musik anak-anak sekarang sangat memprihatinkan.
Untuk itu lelaki kelahiran 22 Oktober 1960 ini ingin membangkitkan
kembali dengan menggandeng penyanyi baru pilihannya.
"Kebetulan
lagu anak-anak lagi suram. Anak-anak sekarang membahayakan. Karena sudah
menyanyikan lagu orang dewasa makanya dengan Della Brasta akan kembali
membangkitkan lagi lagu anak-anak...
Posted by indonesian-kids.blogspot.com
No comments | 02.24

Merdeka.com - Musisi, Agustinus Gusti Nugroho, atau yang lebih
dikenal dengan sebutan Nugie mengaku prihatin melihat minimnya lagu
anak-anak saat ini. Menurutnya, lagu anak-anak bukanlah trend, melainkan
kebutuhan.
"Salah kita semua. Kenapa kita tidak memikirkan jangan sampai lagu
anak-anak itu hilang. Karena lagu anak-anak itu bukan trend, melainkan
kebutuhan. Dan itu harus ada," tegasnya di bilangan Pondok Indah,
Jakarta Selatan (2/2).
Tekadnya...
Rabu, 26 Juni 2013
Posted by indonesian-kids.blogspot.com
No comments | 14.05

Siapa yang tak kenal lagu ini lirik hymne guru berjudul “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”? Masih terngiang betapa di era 1980-an, lagu ini sangat sering dinyanyikan di sekolah-sekolah. Sebab setiap upacara bendera pada hari Senin, lagu ini selalu dinyanyikan.
Istilah “pahlawan tanpa tanda jasa” bahkan kemudian menjadi ikon yang disematkan kepada para guru. Siapa sangka bila “sang pahlawan” yang tanpa tanda jasa itu sejatinya dialami si pencipta lagu...
Senin, 29 April 2013
Posted by indonesian-kids.blogspot.com
No comments | 08.12

Bondan Prakoso (lahir 8 Mei 1984; umur 28
tahun) adalah pemusik Indonesia yang mengawali karier bermusik sebagai
penyanyi cilik pada tahun 80-an. Berkat album Si Lumba-lumba
namanya melambung. Alumni D3 Sastra Belanda Universitas Indonesia ini memulai
karier remaja dan dewasanya saat membentuk band Funky
Kopral ditahun 1999 hingga tahun 2002. Kini ia
membentuk band baru bernama Bondan Prakoso & Fade 2
Black.
Bondan Prakoso adalah anak...
Posted by indonesian-kids.blogspot.com
No comments | 07.28

Memasuki era milenium, anak-anak Indonesia mulai kehilangan arah.
Bagaimana tidak? Lagu-lagu anak beserta para penyanyi ciliknya raib
satu-persatu. Setelah era Joshua, nyaris tidak ada lagi biduan kecil
yang melantunkan nada-nada khusus untuk usia anak-anak. Papa T. Bob dan
para sejawatnya pun tak lagi berkarya karena pasar tak lagi mau melirik.
Harus diakui, anak-anak Indonesia masih membutuhkan sosok seperti
Papa T. Bob. Sosok yang mengerahkan...
Jumat, 12 April 2013
Posted by indonesian-kids.blogspot.com
No comments | 08.12

Budaya mencukur rambut si kecil telah dikenal turun temurun. Para
umat muslim biasa menyelenggarakan upacara cukuran saat anaknya berusia
40 hari dengan maksud membersihkan atau menyucikan rambut si kecil dari
segala macam najis dan diharapkan nantinya si kecil akan tumbuh sehat
dan dijauhkan dari berbagai macam penyakit. Selain itu upacara ini juga
merupakan ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan yang telah
mengaruniakan seorang...
Langganan:
Postingan (Atom)